Sang Profesor

Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa

Posted on: Januari 22, 2010

Oleh USEP SAEFUROHMAN, S.Pd.

Motivasi belajar siswa itu ibarat tungku api yang menyala dan berkobar. seorang guru harus terus-menerus memberikan tambahan bahan bakar kepadanya agar tetap menyala dan berkobar.

Dinamika pembelajaran di kelas sering tidak sejalan dengan apa yang kita rencanakan sebelumnya. Adanya siswa-siswa di kelas yang tidak memperhatikan penjelasan guru, mengantuk, munculnya sebagian mereka yang membadut, guyonan-guyonan mereka yang mengesalkan, atau bahkan secara sengaja di antara mereka keluar masuk kelas karena menganggap pembelajaran tidak berarti dan menjenuhkan, sering terjadi di kelas-kelas tertentu ketika proses pembelajaran berlangsung. Potret ini menggambarkan gejala bahwa motivasi belajar mereka sudah tercerabut dari dalam diri sebagian siswa.

Motivasi belajar siswa itu ibarat tungku api yang menyala dan berkobar, seorang guru harus terus-menerus memberikan tambahan bahan bakar kepadanya agar tetap menyala dan berkobar. Jika tidak, motivasi akan padam sedikit demi sedikit sehingga akhirnya benar-benar padam.

Para guru di kelas dapat membuat kemasan yang begitu menarik agar dapat menciptakan bahan bakar baru yang akan terus mengalir ke dalam diri setiap siswanya. Biasanya kemasan bahan bakar ini disebut dengan external motivation (motivasi eksternal).

Motivasi eksternal diartikan sebagai suatu pemancing motivasi yang datangnya dari luar, baik dalam bentuk insentif/hadiah (positif) maupun fear/rasa takut (negatif). Kedua hal ini sangat penting peranannya untuk mendorong siswa belajar mencapai target yang telah ditentukan. Seberapa lamakah motivasi eksternal ini menyala dan berkobar dalam diri siswa? Perlu diketahui bahwa setiap pengaruh yang datangnya dari luar selalu bersifat sementara. Sebagai contoh, incentive motivation akan berakhir ketika salah seorang siswa berhasil mendapatkan hadiahnya. Pada saat itu mereka akan menuntut hadiah yang lebih besar lagi agar dapat terus termotivasi. Demikian juga dengan fear motivation, begitu orang atau sesuatu yang kita takuti itu hilang, motivasi kita akan surut dengan sendirinya.

Motivasi yang paling bertahan lama adalah motivasi yang datangnya dari dalam diri kita sendiri (inner motivation). Artinya, seorang siswa yang memiliki inner motivation memiliki alasan yang kuat mengapa ingin melakukan hal itu. Maka Andrew Carnegie mengungkapkan, “People who unable to motivate themselves must be content with mediocrity, no matter how impressive their other talents.”

Motivasi internal merupakan dorongan kuat yang berasal dari dalam diri siswa untuk melakukan suatu tindakan. Bukan berdasarkan insentif yang menarik dan menggiurkan atau sesuatu yang menakutkan dan mencekam. Motivasi dari luar hanya mampu memberikan motivasi sesaat. Jika tidak dipupuk, diulang terus-menerus, dan mencari hubungan motivasi tersebut dengan keinginan terdalam, niscaya motivasi itu akan redup dengan sendirinya.

Salah satu unsur motivasi internal dan merupakan inti dari segala tindakan dan keinginan berasal dari suatu tombol yang disebut desire (keinginan yang menggebu-gebu). Siswa yang telah memiliki desire sering tidak peduli dengan batasan yang dibuat oleh sebagian besar manusia, ia akan terus berusaha melewati batasan tersebut.

Desire juga dapat digambarkan sebagai talent siswa (bakat atau talenta). Walaupun desire merupakan talenta yang terpendam, setiap orang tidak begitu saja mendapatkan hasil yang dahsyat darinya. Harus ada usaha keras untuk mengeluarkan talenta tersebut.

Desire inilah yang menggambarkan usaha yang tak henti-hentinya dari Thomas Alva Edison untuk menemukan bola lampu ciptaannya. Desire adalah bagian dari motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang dan bukan dari luar dirinya. Seorang siswa yang telah mencapai predikat terbaik sangat mengetahui apa yang diinginkannya dan fokus untuk mencapainya. ***

Penulis, guru SDIT Bina Muda Cicalengka dan MA Quwatul Iman Pacet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: